oleh

Jembatan Gantung Kota Intan

-Travel, Video-19 views

VOC membangun jembatan ini pada tahun 1628, sebagai penghubung antara Benteng Belanda dan Benteng Inggris, yang berseberangan dibatasi oleh Kali Besar. Oleh karena itu, jembatan ini disebut Engelse Brug atau Jembatan Inggris.

Tidak lama berselang, jembatan ini rusak saat Banten dan Mataram menyerang Benteng Batavia pada tahun 1628 dan 1629. Setahun berikutnya, jembatan ini dibangun kembali oleh Belanda, ketika itu dikenal dengan nama de Hoenderpasar Brug (Jembatan Pasar Ayam) lantaran lokasi di sekitarnya menjadi tempat perdagangan ayam.

Jembatan Kota Intan adalah nama terakhir yang diberikan sebab letaknya dekat dengan salah satu bastion Kastil Batavia yang bernama Bastion Diamant (= Intan). Kastil Batavia yang merupakan kota tua Batavia, disebut juga sebagai Kota Intan.

Dahulu, ada banyak jembatan sejenis di Batavia yang dibangun dengan gaya tradisional Belanda. Banyak kanal dibangun Belanda di Batavia, sebagai pengaturan tata air maupun untuk transportasi sungai. Akibatnya, banyak dibutuhkan jembatan penghubung.

Tahun 1655, jembatan ini kembali diperbaiki karena kerusakan akibat banjir dan korosi air laut. Namanya pun berganti menjadi Het Middelpunt Brug. Pada April 1938, jembatan ini diubah menjadi jembatan gantung supaya bisa diangkat untuk lalu lintas perahu dan mencegah kerusakan akibat banjir. Tetapi, bentuk dan gayanya tidak pernah diubah. Kemudian, jembatan ini dinamai Ophalsbrug Juliana atau Juliana Bernhard karena waktu itu Ratu Juliana yang menjadi Ratu Belanda.

Sebelumnya, jembatan ini dinamai Jembatan Wilhelmina (Wilhelmina Brug), ibu dari Juliana. Saat ini, Jembatan Kota Intan merupakan satu-satunya yang tersisa dari jembatan sejenis yang pernah dibangun Belanda.

Baca Juga: Jembatan Kota Intan, Si Tua yang Penuh dengan Pesona

KRONOLOGI BANGUNAN

  • 1628: Pembangunan oleh VOC, disebut Engelse Brug
  • 1630: Pembangunan kembali oleh VOC, namanya menjadi de Hoenderpassar Brug
  • 1655: Namanya menjadi Het Middelpunt Brug (Jembatan Titik Pusat)
  • < 1938: Wilhelmina Brug (Jembatan Wilhelmina)
  • April 1938: Menjadi jembatan gantung dan dinamai Ophalsbrug Juliana
  • 7 September 1972: Penetapan sebagai cagar budaya Jembatan Kota Intan oleh Gubernur DKI Jakarta

DATA BANGUNAN

  • Lokasi: Antara Jl. Kali Besar Timur dan Jl. Kali Besar Barat, Roa Malaka
  • Fungsi Awal: Jembatan penghubung antara Benteng Belanda dan Benteng Inggris
  • Fungsi Saat Ini: Obyek wisata
  • Luas Area: Panjang 30 m – lebar 4,43 m

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed